10 Manfaat Menakjubkan dari Membaca Buku

albert einstein

Pernahkah Anda menonton sinetron di TV? Jika iya, Anda akan sering menjumpai karakter kutu buku yang digambarkan sebagai orang yang culun, kurang pergaulan, dan tak punya teman.

Akan tetapi, apakah kenyataannya memang demikian? Apakah karakter para kutu buku di sekeliling Anda persisi seperti yang digambarkan oleh adegan-adegan di dalam sinetron? Hmmm, saya yakin Anda akan menjawab, kebalikannya!

Yup! Saya sependapat dengan Anda. Pada kenyataannya, kutu buku di sekeliling saya, teman-teman saya merupakan orang-orang yang pandai, berpikiran terbuka, memiliki pergaulan yang luas, dan penuh percaya diri.

Membaca buku memang memberikan banyak manfaat kepada kita. Ungkapan lama menyatakan, buku merupakan jendela dunia. Ini artinya, jika kita ingin melihat dan mengetahui luasnya dunia, kita harus sering-sering membaca buku, membuka jendela, dan melihat ada apa di luar sana.

Anda boleh menguji kebenaran pernyataan ini. Jika dipikir secara logis, pernyataan ini tentu saja benar adanya. Semakin sering membaca buku, semakin luas pengetahuan yang kita miliki. Sebaliknya, semakin jarang membaca buku, pengetahuan yang kita miliki semakin ketinggalan jaman dan tidak relevan lagi diterapkan di dunia di mana kita berada.

Selain menambah pengetahuan, membaca buku juga memberikan segudang manfaat bagi kita. Di atas, sudah saya sebutkan beberapa manfaat dari membaca buku, mulai dari membuat kita lebih pandai, berpikiran terbuka, memiliki pergaulan yang luas, dan penuh percaya diri. Tentunya masih banyak lagi manfaat dari membaca buku yang perlu kita kuak agar kita termotiavsi untuk menjadi kutu buku.

Nah, berikut beberapa di antara manfaat menakjubkan dari membaca buku yang perlu Anda ketahui.

1.  Merangsang otak untuk lebih aktif

Saat kita membaca buku, otomatis otak kita bekerja. Otak menerjemahkan, menginterpretasikan, dan menangkap maksud dari ide yang disampaikan lewat buku.

Menurut penelitian yang banyak dilakukan oleh para ahli, aktivitas otak dapat memperlambat bahkan mencegah Alzheimer (hilang ingatan) dan penurunan daya ingat.

 2. Meredakan stres

Apa yang terjadi saat kita membaca buku? Yup! Yang terjadi yaitu kita tenggelam dalam konsentrasi yang mendalam. Perhatian kita tertuju pada isi buku yang kita baca.

Nah, sebagaimana yang terungkap dari banyak studi mengenai pengaruh konsentrasi dan fokus terhadap stres, disimpulkan bahwa keadaan fokus dan konsentrasi dapat meredakan stres.

Dengan demikian, karena membaca buku membuat kita fokus dan tenggelam dalam konsentrasi, maka dapat pula disimpulkan bahwa membaca buku dapat meredakan stres.

 3. Menambah pengetahuan

Sudah barang tentu membaca buku dapat menambah pengetahuan kita. Sebagaimana disebutkan di atas, buku merupakan jendela dunia. Jika dunia adalah gudang pengetahuan, tempat peristiwa silih begranti terjadi, maka buku, sebagai jendela dunia merupakan pintu yang memungkinkan kita melihat kejadian itu. Dari jendela itu, kita bisa membuat persepsi dan penilaian yang pada akhirnya menjadi penegtahuan itu sendiri.

Membaca buku dapat menambah pengetahuan juga dapat dipahami bahwa buku merupakan sarana penyampaian gagasan dari sang penulis kepada para pembacanya. Nah, dengan membaca buku dari berbagai penulis yang berbeda, tentu saja pengetahuan kita bertambah.

4. Memperkaya kosakata

Pernahkah Anda menyadari peningkatan yang terjadi setelah Anda membaca banyak buku dibanding sebelum Anda sering melakukannya? Secara logis, kita dapat menyimpulkan bahwa membaca senantiasa memperkaya kosakata kita. Dulu, saat kita masih kecil dan kemampuan membaca kita masih kurang, kosakata yang kita kuasai masih sangat sedikit. Seiring berjalannya waktu, semakin sering kita membaca, mendengar, dan berinteraksi dengan dunia luar, maka semakin banyak kosakata yang kita miliki.

Membaca buku bahkan membawa pengaruh beberapa kali lipat lebih baik terhadap penguasaan kosakata yang kita miliki dibanding saat kita mendengar dan bercakap-cakap dengan orang lain.

Hal ini dikarenakan, buku berasal dari berbagai sumber dari lintas negara, lintas bidang, lintas budaya, dan lintas ideologi. Dengan demikian, dengan membaca buku, kita mengenal banyak istilah dari berbagai disiplin, budaya, dan ideologi yang diusung oleh sang penulis buku.

 5. Meningkatkan kemampuan analitis

Kemampuan analitis merupakan kemampuan otak untuk menalar, berpikir logis dan menyimpulkan masalah. Saat kita membaca buku, novel, misalnya, kita akan digiring untuk memahami alur cerita novel itu secara analitis.

Selain novel, dalam memahami buku lain, kita juga dituntut untuk menggunakan kemampuan analitis kita. Kita tidak akan dapat memahami isi buku jika kita tidak menggunakan penalaran kita.

Bagaimana jadinya jika kita tidak memberdayakan kemampuan analitis kita manakala kita membaca buku? Kita tidak akan mampu mencapai kesimpulan mengenai pesan yang hendak disampaikan sang penulis dalam buku yang ditulisnya. Kita juga tidak dapat memahami isi buku, karena aktivitas memahami sama artinya dengan aktivitas analitis.

Nah, semakin sering kita membaca buku, maka semakin sering pula kita memberdayakan kemampuan analitis kita. Dan, semakin sering kita memberdayakan kemampuan analitis kita, semakin terbiasalah kita untuk berpikir secara analitis. Pada akhirnya, semakin terbiasa kita berpikir secara analitis, maka semakin meningkatlah kemampuan analitis kita.

6. Meningkatkan konsentrasi

Konsentrasi, sebagaimana aktivitas lainnya, merupakan suatu kebiasaan. Saat membaca buku, pikiran kita terkonsentrasi pada hanya satu hal, yaitu isi buku yang sedang kita baca.

Nah, dengan sering membaca buku, kita berulang kali mempraktikkan keadaan fokus dan konsentrasi. Hal itu pada akhinya akan membuat kita terbiasa untuk fokus dan berkonsentrasi.

 7. Meningkatkan kemampuan menulis

Dengan membaca buku, kita memiliki banyak pengetahuan yang bisa dijadikan sebagai bahan tulisan dan referensi. Informasi yang kita peroleh dari membaca buku merupakan sumber data yang dapat kita gunakan untuk menulis karya ilmiah, atau karya-karya tulisan lainnya yang, dalam penulisannya membutuhkan sumber referensi yang jelas.

Selain itu, dengan membaca, otak kita terbiasa menulis secara sistematis, mahir menggunakan kosakata dan kaidah tata bahasa yang baku. Tabungan pilihan kata yang kita miliki pun bertambah banyak.

 8. Pikiran lebih terbuka

Buku merupakan sarana mengenal pola pikir, sudut pandang, dan pemikiran orang lain. Dengan sering membaca buku, otomatis otak kita terbiasa untuk berpikir terbuka. Membaca buku dapat memberikan pandangan yang berbeda dari apa yang selama ini kita pikirkan.

 9. Meningkatkan keahlian dalam bidang tertentu

Saat kita pergi ke toko buku atau ke perpustakaan, niscaya kita memilih buku yang sesuai dengan minat kita. Dari situ, kita dapat menyimpulkan bahwa buku memberikan kesempatan kepada kita untuk mengenali bidang yang kita minati. Saat kita mengetahui bidang yang kita minati, kita dapat memfokuskan diri dan mencurahkan segala daya dan upaya kita untuk menjadi ahli dalam bidang tersebut.

Dengan membiasakan diri membaca buku yang berkaitan dengan bidang tertentu, niscaya kita akan menjadi ahli dalam bidang tersebut.

10.    Meningkatkan keterampilan komunikasi

Pada dasarnya, buku merupakan sarana komunikasi antara penulis dan pembaca. Lewat buku, penulis menyampaikan gagasannya kepada pembaca. Sebaliknya, lewat membaca, para pembaca memahami gagasan yang disampaikan oleh penulis. Pembaca juga dapat menyanggah, memberikan saran, dan bertanya mengenai gagasan yang tertera di dalam buku yang dibacanya. Meskipun respons dari pembaca ini tidak ditujukan kepada penulis, paling tidak, dengan membaca buku, tetap terbangun sebuah komunikasi yang di dalamnya, terkandung tanya-jawab dan diskusi (terutama antara pembaca dengan dirinya sendiri).

Nah, pada ujungnya, pembaca buku terbiasa dengan komunikasi yang terjadi antara dirinya sendiri dengan pikiran-pikirannya. Kebiasaan ini memberikan bekal bagi pembaca untuk berkomukasi dengan orang lain.

Kaidah penulisan, tata bahasa, dan susunan buku yang ditulis secara sistematis juga merupakan sumber pembelajaran bagi pembaca untuk meningkatkan kemampuan komunikasinya.

Bahasa yang digunakan oleh sang penulis dalam tulisan-tulisannya niscaya merupakan bahasa yang baku, yang diterima dan dapat dipahami oleh pembaca secara luas. Ini menyediakan sarana pembelajaran bagi pembaca untuk menyerap dan membiasakan diri untuk berkomukasi, menyampaikan pesan, dan pendapat kepada orang lain secara sistematis, dengan tata bahasa yang benar, dan mudah dipahami oleh siapa pun.

Dalam kata lain, cara seseorang berkomunikasi dengan orang lain turut dipengaruhi oleh kebiasaannya membaca buku. Orang yang memiliki kebiasaan membaca buku cenderung lebih tertata dalam ucapannya sehingga mudah dipahami oleh orang lain.

Buku merupakan sarana yang memiliki kekuatan dahsyat. Dari hanya membaca buku, kita dapat merubah dunia menjadi jauh lebih baik. Orang-orang hebat memengaruhi kita lewat buku. Buku juga merupakan gudang ilmu pengetahuan yang berasal dari berbagai sumber.

Akan sangat menyesal jika dalam kehidupan, kita tak pernah mencici dan merasakan menjadi penikmat buku. Kita akan ketinggalan jaman, jadul, kuper, dan tampak bodoh dibanding mereka yang menjadi kutu buku.

Tidak mau, kan, kuper dan ketinggalan karena malas membaca buku? Atau, jangan-jangan Anda sering mengejek teman Anda yang kutu buku?

Mulai sekarang rubah kebiasaan buruk itu, ya. Mari bangun kebiasaan membaca buku dan temukan sejuta manfaat darinya.

Selamat membaca dan jangan lupa berikan komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *