4 Tokoh Terkemuka Di Dunia yang Gemar Membaca

Sudah bukan rahasia lagi, membaca buku merupakan kegiatan yang membawa manfaat yang saaaangat banyak. Dan, sudah bukan rahasia pula bahwa salah satu manfaat membaca buku yaitu membuat kita menjadi kaya pengetahuan dan bertambah pandai.

Padahal, kita tahu bahwa banyaknya pengetahuan dan tingkat kepandaian seseorang turut menjadi faktor yang menentukan kesuksesan dan keberhasilannya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa membaca buku dapat menjadi salah satu faktor yang turut menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang.

Kesimpulan di atas bukanlah hanya sekadar asumsi. Kenyataan bahwa kegemaran membaca buku berbanding lurus dengan keberhasilan dibuktikan dengan banyaknya tokoh terkemuka dunia, yang dinilai sebagai tokoh-tokoh yang mencapai kesuksesan dalam bidang yang mereka tekuni, yang merupakan para penggemar membaca buku.

Di Indonesia saja, kita dapat menyebutkan beberapa tokoh yang sangat terkenal sebagai pembaca buku yang antusias.

Sebut saja Gus Dur, mantan presiden Indonesia yang terkenal sebagai tokoh pluralis karena lantang menyuarakan pluralisme. Kegemaran beliau dalam membaca buku terdokumentasi dalam sebuah buku yang berjudul Gus Gerr: Bapak Pluralisme dan Guru Bangsa karangan M. Hamid.

Sejak kecil Gus Dur telah melahap Das Kapital (versi bahasa Inggris)-karya agung Karl Marx yang dinilai oleh banyak orang sebagai karya yang sangat sulit dipahami, buku filsafat Plato, Fiksi karangan Tolstoy, Dostoyevsky, Andre Malraux, dan maaaasih banyak lagi.

Di samping Gus Dur, mengantri pula banyak tokoh terkemuka di Indonesia yang terkenal gemar membaca, seperti Tan Malaka-seorang pejuang revolusioner, mantan presiden Sukarno, mantan wakil presiden Mohammad Hatta, dan lain sebagainya. Bahkan, rata-rata tokoh kemerdekaan Indonesia senantisa memiliki satu kegemaran yang sama yakni membaca buku.

Begitu dahsyatnya pengaruh buku terhadap intelektualitas dan prinsip hidup umat manusia. Begitu powerful-nya kegemaran membaca buku terhadap perubahan dunia. Semua itu tergambarkan lewat begitu banyaknya tokoh perubahan dunia yang memiliki kegemaran membaca buku.

Nah, dalam artikel ini, penulis akan mengulas beberapa tokoh terkemuka di dunia yang juga merupakan para penggemar membaca buku.

Semoga ulasan ini dapat memberikan inspirasi bagi Anda untuk ikut pula menjadi penggemar membaca buku.

Sekarang, mari kita mulai dengan tokoh yang pertama, yaitu Continue reading 4 Tokoh Terkemuka Di Dunia yang Gemar Membaca

Teknik-Teknik Membaca Cepat

Pentingnya kegiatan membaca buku membuat banyak kalangan merasa perlu untuk membuat penelitian terkait teknik membaca buku secara cepat.

Mengapa harus membaca secara cepat? Karena kebutuhan membaca sangat urgen. Kita diharapkan untuk membaca buku dalam waktu yang singkat dan mendapatkan pemahaman yang tinggi mengenai isi buku.

Berdasarkan data Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) tahun 2013, di Indonesia, rata-rata, dalam satu tahun, 1 buah buku dibaca hanya oleh 3 hingga 4 pembaca. Padahal, menurut standar UNESCO, seharusnya dalam satu tahun, setiap orang mampu membaca 7 buah judul buku. (http://wartakota.tribunnews.com/2014/05/23/minat-baca-masyarakat-indonesia-masih-rendah)

Kenyataan ini menunjukkan minat dan kesadaran membaca masyarakat Indonesia masih sangat rendah.

Bebrapa alasan mengapa pembaca buku dan jumlah buku yang dibaca masih rendah yaitu tidak ada waktu untuk membaca buku, buku sulit dipahami, tidak memiliki kebiasaan membaca buku, membaca buku langsung mengantuk, tidak fokus saat membaca buku, dan lain sebagainya.

Nah, untuk mengatasi kendala-kendala itu, maka diciptakanlah berbagai tekik untuk membaca buku dengan cepat.

Teknik-teknik ini memungkinkan pembaca mampu membaca buku lebih cepat dan memiliki pemahaman yang cukup mendalam mengenai isi buku. Setidaknya, inilah klaim para pencetus teknik tersebut.

Berikut ini penulis akan ulas beberapa di antara teknik membaca cepat yang cukup dikenal khalayak. Dalam artikel ini, penulis akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjabarkan teknik-teknik tersebut disertai tinjauan objektif yang didasarkan pada apa kata para pakar mengenai teknik-teknik tersebut. Tujuannya, supaya kita tahu bagaimana mengaplikasikan teknik-teknik tersebut dengan tepat sesuai dengan kaidah ilmiah.

Semoga ulasan ini bermanfaat bagi Anda dalam memberikan informasi yang memadai dan berimbang mengenai teknik-teknik membaca cepat.

Sekarang, langsung saja kita simak teknik pertama, yaitu Continue reading Teknik-Teknik Membaca Cepat

Membaca Buku: Cara Memotivasi Diri yang sangat Luar Biasa: Kisah Motivasi

Hal atau kejadian apakah yang membuat Anda depresi dan frustasi sedemikian sehingga kehilangan motivasi yang sangat akut?

Well, bagi sebagian orang, hal yang membuat mereka depresi dan frustasi adalah tiadanya harapan untuk hidup lebih lama. Mereka tahu bahwa kondisi kesehatan mereka yang sudah sangat buruk tidak memungkinkan mereka untuk bertahan hidup, sekalipun dengan berbagai tindakan medis dan pengobatan.

Mungkin, mereka berkonsultasi kepada dokter mengenai penyakit yang sekian lama mereka derita, di mana sang dokter memberikan jawaban yang mengerikan: Harapan hidup tinggal satu tahun, dua tahun, atau, bahkan beberapa bulan ke depan saja.

Atau, mungkin juga mereka hanya mengira-ngira sendiri bahwa mereka akan segera meninggal akibat penyakit yang mereka derita tak kunjung sembuh sekaliupun sudah berobat ke mana-mana.

Demi mengahadapi vonis kematian yang datang dari sang dokter mapun dari asumsi diri sendiri, ada sementara orang yang menjadi sangat depresi. Vonis kematian membuat mereka sedih, merana, dan bercampur aduk semua rasa yang tidak mengenakkan. Intinya, semua perasaan itu membuat mereka kehilangan motivasi hidup.

Reaksi yang seperti itu wajar adanya. Siapa, coba, yang tidak kehilangan motivasi manakala dirinya divonis segera menemui ajal. Siapa pun orangnya, pastinya, ia melewati masa di mana ia kehilangan semangat, motivasi, dan kepercayaan hidup.

Tetapi, yang berbeda adalah, ada sementara orang yang mampu melewati masa-masa sulit itu sedemikian sehingga motivasinya bangkit kembali, gairah dan kepercayaan hidupnya bangkit kembali.

Nah, dalam artikel kali ini, penulis ingin mengajak Anda untuk menyimak suatu kisah hidup yang sangat motivatif mengenai seorang penderita penyakit maag akut yang divonis meninggal dalam beberapa tahun oleh dokter yang menanganinya.

Ini adalah sebuah kisah nyata yang dialami oleh salah satu sahabat Continue reading Membaca Buku: Cara Memotivasi Diri yang sangat Luar Biasa: Kisah Motivasi

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membaca Buku?

Sesaat setelah membaca judul di atas, mungkin Anda akan berkerut dahi dan berkata dalam hati, “Waktu yang tepat untuk membaca buku? Tentu saja malam dan pagi sebelum pergi ke kantor, lah. Kapan lagi?”

Yup! Penulis setuju dengan Anda. Kita hanya memiliki waktu luang pada malam dan pagi hari, sebelum berangkat kerja. Ini artinya, kita hanya memiliki waktu untuk membaca buku saat malam atau pagi hari.

Tidak perlu dipusingkan, karena memang jadwal kegiatan kita senantiasa disesuaikan dengan waktu/ jam sosial.

Waktu/ jam sosial adalah waktu yang disepakati oleh komunitas sosial tertentu untuk mengerjakan suatu tugas. Contohnya yaitu jadwal kerja kita, yang dimulai dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00. Jadwal tersebut telah disepakati bersama oleh semua orang yang bersangkutan. Bahkan, oleh seluruh komunitas di seluruh dunia (karena ekonomi beroperasi secara global, maka jadwal kerja pun sama. Jika tidak, maka hal itu akan memperlambat pergerakan ekonomi dan perputaran modal).

Kita tidak dapat menggeser jam sosial sekehendak kita. Kita harus menyesuaikan diri dengan waktu sosial itu. Kita tidak dapat, secara pribadi, merubah jadwal kerja kita sedemikian sehingga menyisakan waktu luang untuk membaca buku pada jam 11 pagi, misalnya.

Tetapi, masalahnya yaitu, terkadang, waktu/ jam sosial bertentangan dengan kondisi alamiah tubuh kita. Berkaitan dengan hal ini, secara alami, kondisi tubuh kita dipengaruhi oleh jam tubuh (body clock). Jam tubuh inilah yang mengatur waktu yang ideal untuk tidur, waktu ideal untuk berpikir, berolahraga, dan lain sebagainya.

Penjelasannya, pada waktu-waktu tertentu, tubuh kita mengalami perubahan-perubahan tertentu, seperti meningkatnya tekanan darah, meningkatnya suhu tubuh, produksi melatonin, meningkatnya adrenalin, dan masih banyak lagi. Waktu ketika tubuh banyak memproduksi melatonin merupakan waktu yang paling ideal untuk tidur. Alasannya, melatonin merupakan hormon yang menyebabkan mata kita mengantuk; Waktu ketika tubuh banyak menghasilkan hormon adrenalin merupakan waktu yang cocok untuk berolahraga.

Kembali pada pembahasan, masalah yang sering muncul yaitu jam sosial bertentangan dengan kondisi alamiah tubuh/ jam tubuh kita. Misalnya, jam kerja kita mulai dari pukul 08.00 hingga 17.00. Ini artinya, kita habiskan rentang waktu dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 untuk bekerja (duduk, mengetik, menghitung, di depan layar komputer). Padahal, sesuai jam tubuh (body clock), pukul 16.00 merupakan waktu yang paling ideal untuk berolahraga.

Nah, dalam konteks artikel ini, apakah jam sosial berbenturan dengan waktu membaca Anda?

Untuk mengetahui jawabannya, kita harus, terlebih dulu, mengetahui waktu yang ideal untuk melakukan aktivitas berpikir. Mengapa? karena membaca merupakan salah satu bentuk aktivitas yang mengandalkan pikiran.

Berikut ini penulis jelaskan kapan waktu yang paling ideal untuk berpikir berdasarkan jam tubuh (body clock) kita. Selanjutnya, setelah mengetahui waktu yang tepat untuk berpikir, penulis akan mengajak Anda untuk menemukan beberpa tips untuk menyiasati waktu sedemikian sehingga waktu membaca buku sesuai dengan kondisi alamiah (body clock) Anda.

Untuk itu, simak terus artikel ini, ya, sampai selesai.

Sekarang, yuk, kita cari tahu waktu yang paling ideal untuk Continue reading Kapan Waktu yang Tepat untuk Membaca Buku?

Apa Itu Membaca secara Aktif dan Bagaimana Melakukannya?

Jika pada artikel sebelumnya penulis telah paparkan beberapa kebiasaan buruk dalam membaca, kali ini penulis akan membahas salah satu kebiasaan yang memberikan dampak positif bagi aktivitas membaca Anda. Kebiasaan apakah itu? Yup! Kebiasaan membaca secara aktif.

Sebenarnya, apa, sih yang dimaksud dengan membaca secara aktif? Apakah ini artinya Anda aktif memberi kritikan atas apa yang Anda baca? Membaca dan lantas mengaplikasikan apa yang Anda baca? Atau, apakah ini artinya Anda membaca dan lantas menyampaikannya kepada orang lain?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, di sini, penulis akan jelaskan secara singkat definisi membaca secara aktif. Selanjutnya, setelah penjelasan mengenai definisi membaca secara aktif disampaikan, artikel dilanjutkan dengan beberapa cara melakukan pembacaan secara aktif.

Nah, untuk itu, simal terus, ya, artikel ini dari awal hingga selesai. Penulis berharap, dengan artikel ini, Anda mampu memahami apa itu membaca secara aktif dan dapat mempraktikkannya setiap kali Anda membaca buku.

Sekarang, yuk, kita mulai dengan definisi Continue reading Apa Itu Membaca secara Aktif dan Bagaimana Melakukannya?

Kebiasaan Buruk saat Membaca Buku

Pernahkah Anda membaca buku dengan melafalkan setiap kosakatanya dengan lantang? Pernahkah pula Anda membaca buku sambil menunjuk tulisan yang sedang Anda baca dengan telunjuk Anda? Atau, jangan-jangan, Anda selalu melakukan keduanya setiap kali membaca buku?

Nah, jika jawaban Anda, iya, pernah melakukan keduanya dan bahkan setiap kali membaca buku Anda melakukan kedua hal tersebut, itu artinya, Anda memiliki dua hal tersebut sebagai kebiasaan dalam membaca.

Sekarang, pertanyaannya, pernahkah Anda bertanya dalam hati apakah dua kebiasaan itu baik atau buruk?

Dalam membaca buku, lazimnya kita mengenal berbagai kebiasaan membaca yang dianggap baik dan berbagai kebiasaan yang dianggap buruk.

Kebiasaan membaca yang baik tentu membawa dampak yang positif bagi aktivitas membaca kita. Dampak positif ini berupa peningkatan produktivitas dalam membaca. Sebaliknya, kebiasaan membaca yang buruk tentu membawa dampak yang negatif bagi aktivitas membaca kita. Nah, dampak negatif ini berupa penurunan produktivitas dalam membaca.

Lantas, bagaimanakah cara menentukan kebiasaan tertentu baik atau buruk bagi aktivitas membaca kita?

Hehehe, tidak perlu khawatir lantaran tidak mengetahui standar untuk menentukan baik dan buruknya kebiasaan membaca tertentu. Karena, dalam artikel ini, penulis akan mengajak Anda untuk mengenal dan mengetahui beberapa kebiasaan membaca, khususnya kebiasaan membaca yang buruk, setidaknya menurut para pakar.

Semoga, artikel ini membantu Anda untuk menghindari dan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut sedemikian sehingga aktivitas membaca Anda tidak terhambat oleh kebiasaan-kebiasaan itu.

Sekarang, yuk, simak penjabarannya Continue reading Kebiasaan Buruk saat Membaca Buku

Posisi yang Tepat saat Membaca Buku

Di antara hal-hal yang menyangkut aktivitas membaca buku, apa yang paling luput dari perhatian Anda? Posisi membaca?

Well, disadari atau tidak, kita sering mengambil posisi yang kurang tepat manakala membaca buku. Kita mengambil posisi semau kita. Bagaimana pun posisi itu, yang pasti, menurut kita, posisi itu merupakan posisi yang PW alias yang paling wenak.

Kadang, kita membaca buku sembari tengkurap di tempat tidur. Kadang pula, kita membaca buku sembari duduk santai di bawah pohon. Atau, kita berbaring di rerumputan sambil membaca buku.

Yang perlu Anda ketahui, posisi yang kurang tepat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan Anda cepat lelah dan pusing saat membaca buku. Dalam konteks ini, posisi membaca merupakan faktor yang penting yang turut memengaruhi efektifitas kegiatan membaca Anda. Posisi yang tepat tidak mengganggu aktivitas membaca Anda. Sebaliknya, posisi yang salah atau kurang tepat senantiasa mengganggu aktivitas membaca Anda.

Pertanyaannya, bagaimana posisi yang tepat dan posisi yang salah dalam membaca buku? Berdasarkan patokan apa kita dapat menentukan tepat dan tidak tepatnya posisi membaca tertentu?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, berikut ini penulis jabarkan penjelasannya secara lengkap. Untuk itu, jangan beranjak ke mana-mana, terus simak artikel ini. Dan, temukan manfaat di dalamnya.

Sekarang, mari kita mulai dengan patokan yang digunakan untuk menentukan tepat atau tidak tepatnya posisi membaca tertentu. Lantas, apakah patokan itu? Continue reading Posisi yang Tepat saat Membaca Buku

Resensi buku Reframing: Kunci Hidup Bahagia 24 Jam Sehari

Judul: Reframing: Kunci Hidup Bahagia 24 Jam Sehari

Penulis: RH. Wiwoho

Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2004

ISBN: 979-22-0780-5

Seringkali, masalah membuat kita jengkel, marah, sedih, dan frustasi. Perasaan-perasaan itu muncul lantaran kesan-kesan yang timbul di dalam benak kita dalam menyikapi masalah itu.

Saat kita dirundung masalah yang membuat kita kecewa, kita pun marah. Saat ditimpa musibah kecelakaan yang membuat badan kita sakit, kita pun menjadi sedih. Saat mengalami peristiwa yang membuat kita malu, kita pun menjadi sedih dan frustasi. Saat diganggu oleh orang lain, maka kita pun jengkal. Demikianlah pikiran atau kesan kita terhadap suatu kejadian memengaruhi perasaan dan emosi kita.

Sekarang, pertanyaannya, bagaimana cara mengatasi dan menghilangkan perasaan-perasaan yang tidak mengenakkan dan seringkali destruktif itu?

Solusi pertama dan utama untuk melenyapkan perasaan-perasaan negatif di atas yaitu mengubah kondisi, yakni menyelesaikan masalah yang membuat kita marah, sedih, jengkel, atau pun frustasi.

Jika kita tersakiti oleh perilaku orang lain, maka sebisa mungkin kita harus menyelesaikan masalah itu, yakni berusaha sedemikian sehingga orang lain berhenti menyakiti kita. Sama halnya saat kita khawatir akan masa depan kita lantaran tidak memiliki pekerjaan yang mapan, maka solusi yang paling utama yaitu menyelesaikan masalah yang membuat kita khawatir, yakni mencari pekerjaan yang mapan.

Tetapi, bagaimana jika masalah yang membuat kita sakit, marah, atau frustasi merupakan masalah yang mustahil dapat kita atasi? Contohnya, seseorang berbuat salah kepada kita. Hal itu membuat kita marah. Nah, pada ujungnya, orang yang bersangkutan pun meminta maaf kepada kita dan membuktikan diri tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tetapi, bagi kita, apa yang terjadi tidak dapat ditarik kembali. Kenyataan bahwa ia telah menyakiti hati kita dan membuat hati kita patah tidaklah dapat dirubah. Peristiwa yang menyakitkan hati itu ibarat nasi yang sudah menjadi bubur, tidak mungkin kita rubah menjadi nasi lagi. Nah, bagaimana cara mengubah perasaan dan emosi kita lantaran masalah seperti ini?

Diperlukan cara lain untuk mengubah perasaan dan emosi kita yang disebabkan oleh masalah seperti di atas, selain dengan mengubah perisitiwa atau masalah yang terlanjur terjadi dan tidak dapat dirubah.

Cara apakah itu? Continue reading Resensi buku Reframing: Kunci Hidup Bahagia 24 Jam Sehari

Membaca Novel Sastra Membantu Anda Memahami Orang Lain? Cari Tahu Alasannya, Yuk!

Apakah selama ini Anda membatasi diri dalam membaca buku? Apakah Anda mengharamkan buku-buku novel, baik novel sastra mau pun novel populer dalam daftar bacaan Anda?

Mungkin Anda berpikir bahwa membaca novel atau fiksi, baik novel sastra atau pun novel populer tidaklah memberikan banyak manfaat. Yang ada, novel justru membuat hidup Anda semakin dramatis. Atau, Anda alergi terhadap novel karena jenis bacaan tersebut terkesan “girly”?

Well, penulis paham dan mengerti. Tetapi, pernahkah Anda berpikir bahwa novel juga berkontribusi dalam memperkaya pengetahuan Anda? Cerita dalam novel atau fiksi didasarkan pada riset yang mendalam. Jadi, sang penulis (author) tidaklah sembarangan dalam mengarang cerita.

Setting Jakarta, misalnya, ya, harus sama persis dengan Jakarta dalam dunia nyata. Demikian juga jika novel berlatarkan pulau Jawa di zaman kolonial, maka sang penulis harus menggambarkan kondisi pulau Jawa pada zaman kolonial seperti yang sebenarnya.

Bahkan, jika sang penulis tidak familiar dengan tempat yang dipilihnya sebagai latar untuk karyanya, ia harus mengadakan observasi untuk mengetahui kondisi nyata tempat itu. Ia harus tahu seluk beluk tempat itu beserta kebudayaan yang berlaku di dalam masyarakatnya.

Novel yang berdasarkan cerita khayalan pun harus memperhatikan banyak hal. Sekali pun ceritanya tidak masuk akal, seperti Harry Potter atau Spiderman, di mana cerita tidak mengikuti kaidah hukum alam yang sebenarnya, tetap saja setting dan alur cerita tidak dapat dibuat secara serampangan.

Bayangkan jika di dalam novel Harry Potter, tiba-tiba muncul sosok Kamandanu. Apa kata dunia?! Hehehe…. Para pembaca niscaya akan memrotes sang penulis dan menganggap novel tersebut tidak bermutu.

Selain memperluas pengetahuan Anda karena menyajikan cerita berdasarkan kondisi dunia nyata, novel juga merangsang otak Anda untuk memvisualisasikan alias mengimajinasikan setiap adegan yang tersaji di dalamnya. Ini sangat bermanfaat untuk melatih daya imajinasi Anda.

Novel juga memberikan kesempatan kepada Anda untuk menyelami dunia yang berbeda dari dari dunia nyata. Dengan membaca novel, otak Anda pun akan terrangsang untuk berpikir lebih mendalam, terutama ketika novel yang Anda baca mengandung banyak sekali kiasan yang sulit untuk dipahami.

Nah, banyak sekali, bukan, manfaat yang dapat Anda ambil dari membaca novel? Bahkan, menurut sebuah riset yang dilakukan oleh New School for Social Research, yang dipimpin oleh seorang pakar psikologi bernama David Comer Kidd dan temannya, Emanuele Castano, diketahui bahwa novel, terutama novel sastra dapat membantu Anda dalam memahami perasaan dan karakter orang lain. (http://www.theguardian.com/books/booksblog/2013/oct/08/literary-fiction-improves empathy-study).

Kok bisa? Untuk mengetahui alasannya, yuk, simak penjelasaanya berikut ini. Continue reading Membaca Novel Sastra Membantu Anda Memahami Orang Lain? Cari Tahu Alasannya, Yuk!