Apa Itu Membaca secara Aktif dan Bagaimana Melakukannya?

Jika pada artikel sebelumnya penulis telah paparkan beberapa kebiasaan buruk dalam membaca, kali ini penulis akan membahas salah satu kebiasaan yang memberikan dampak positif bagi aktivitas membaca Anda. Kebiasaan apakah itu? Yup! Kebiasaan membaca secara aktif.

Sebenarnya, apa, sih yang dimaksud dengan membaca secara aktif? Apakah ini artinya Anda aktif memberi kritikan atas apa yang Anda baca? Membaca dan lantas mengaplikasikan apa yang Anda baca? Atau, apakah ini artinya Anda membaca dan lantas menyampaikannya kepada orang lain?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, di sini, penulis akan jelaskan secara singkat definisi membaca secara aktif. Selanjutnya, setelah penjelasan mengenai definisi membaca secara aktif disampaikan, artikel dilanjutkan dengan beberapa cara melakukan pembacaan secara aktif.

Nah, untuk itu, simal terus, ya, artikel ini dari awal hingga selesai. Penulis berharap, dengan artikel ini, Anda mampu memahami apa itu membaca secara aktif dan dapat mempraktikkannya setiap kali Anda membaca buku.

Sekarang, yuk, kita mulai dengan definisi membaca secara aktif.

Apa yang Dimaksud dengan Membaca secara Aktif?

Mariolina Salvatori, sebagaimana dikutip dalam sebuah artikel berjudul The Role of Active Reading in Interpreting and Writing about the Text yang termuat dalam situs www.westga.edu menjelaskan definisi membaca secara aktif sebagai berikut:

Active reading is a process of interpretation and reflection, whereby a reader constructs meaning, establishes significance, and reflects on the limits of his or her understanding. Active readers are often conscious of their moves and can describe them.

Membaca secara aktif adalah sebuah proses interpretasi dan refleksi, di mana seorang pembaca mengkonstruksi makna, menyusun makna, dan merefleksikan batas-batas pemahamannya. Pembaca yang aktif seringkali menyadari gerakan mereka dan dapat mendeskripsikannya.”

Dengan definisi di atas, kita mengetahui bahwa membaca secara aktif adalah kegiatan membaca yang sedemikian sehingga mampu membuat pembacanya mengonstruksi makna alias menemukan maknanya sendiri mengenai isi bacaan serta mampu merefleksikan pemahamannya.

Maksud dari merefleksikan pemahaman yaitu merenungkan pemahaman yang kita peroleh dari membaca sebuah buku.

Nah, dalam perenungan atas pemahaman dan pengonstruksian makna dibutuhkan tindakan-tindakan tertentu. Perenungan dan pengonstruksian makna tidak akan dapat kiita lakukan jika kita membaca secara pasif, yakni membaca buku sekadar untuk menerima informasi yang tersaji di dalamnya apa adanya, tanpa sanggahan, komentar, atau pun pertanyaan.

Bagaimana Membaca secara Aktif Dilakukan?

Setelah mengetahui definisi membaca secara aktif sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, sekarang saatnya untuk mengetahui bagaimana membaca secara aktif dilakukan.

Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan sedemikian sehingga kegiatan membaca Anda menjadi kegiatan yang aktif.

Pertanyaan sebelum membaca

Dalam sebuah artikel yang termuat di dalam situs www.princeton.edu yang berjudul Active Reading Strategy, dijelaskan bahwa membaca dengan aktif dapat dilakukan, pertama, dengan bertanya.

Pertanyaan ini ditanyakan sesaat sebelum kita membaca isi buku.

Nah, lantas apa bentuk pertanyaannya? Karena pertanyaan itu ditanyakan sesaat sebeum kita membaca, ia berupa pertanyaan yang berhubungan dengan judul dan daftar isi.

Tanyakan pada diri Anda sendiri apa topik yang diangkat oleh penulis dalam buku itu; Bidang apa yang dibahas oleh sang penulis dalam buku itu; Mengapa buku tersebut disusun sedemikian sehingga seperti yang Anda baca; Apa tujuan buku itu ditulis.

Dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan judul buku, otak Anda pun akan terrangsang untuk mencari jawaban. Hal ini turut memotivasi diri Anda untuk membaca isi buku tersebut.

Saat Anda paham topik dan tujuan buku itu ditulis, otak Anda pun mampu menyesuaikan diri dengan buku tersebut.

Penyesuaian diri ini penting. Mengapa? Saat Anda bisa menyesuaikan diri dengan buku yang Anda baca, otak Anda pun mempersiapkan diri untuk menghubungkan informasi yang termuat di dalam buku tersebut dengan informasi yang telah ditersimpan di dalm otak Anda. Selain itu, ia (otak) lebih siap untuk memahami isi buku tersebut.

Identifikasi dan cari makna kata yang tidak familiar

Membaca dengan aktif berarti memahami isi buku yang Anda baca. dan, bagaimana Anda dapat memahami isi bacaan secara utuh jika anda tidak mengetahui arti kata yang tertulis di dalam buku bacaan Anda?

Nah, oleh karena itu, untuk memahami buku yang Anda baca, Anda perlu mengetahui makna setiap kata yang tertulis di dalamnya.

Tandai ide pokok

Saat Anda menemukan ide pokok dari buku yang Anda baca, tandailah ide pokok tersebut, misalnya dengan tanda kurung. Hal ini bertujuan untuk memudahkan Anda mengingat ide pokok itu.

Saat Anda lupa ide pokok buku yang Anda baca, Anda dapat mengetahuinya dengan melihat halaman yang diberi tanda kurung.

Buatlah catatan dan komentar di pinggir halaman

Selain memahami, membaca aktif juga berarti memberikan komentar atas apa yang Anda baca.

Dengan komentar, aktivitas membaca Anda menjadi aktivitas yang hidup. Anda bukan hanya menerima secara pasif apa yang disampaikan oleh sang penulis, tetapi Anda dapat memberikan opini, kritik, tambahan, dan sebagainya.

Hal itu sangat penting, yakni agar terjadi komunikasi Antara Anda dengan buku tersebut. Saat komunikasi terjalin, maka pemahaman menjadi lebih mudah diperoleh.

Ini sama halnya saat Anda berdiskusi dengan orang lain. Lawan bicara Anda mengutarakan pernyataan, yang disambut dengan komentar, bantahan, dukungan, atau pun tambahan dari Anda. Jika diskusi terjadi secara intens, niscaya Anda dan lawan bicara Anda mendapatkan pemahaman dan pencerahan baru.

Membaca buku pun demikian. Saat Anda memberikan komentar, bantahan, kritik, atau pun tambahan, maka terjalin suatu diskusi Antara Anda dengan buku yang Anda baca. Sekalipun buku tersebut tidak bisa menjawab (dalam arti harfiah) komentar Anda, ia (buku) masih dapat menjawab komentar Anda lewat informasi-infromasi yang disampaikannya, yang bertebaran di setiap halaman.

Buatlah outline atau peta pikiran (mind map)

Agar pemahaman lebih mudah diperoleh, Anda perlu membuat outline atau pun peta pemikiran dari buku yang Anda baca.

Dengan peta pemikiran, Anda akan mudah mendapatkan gambaran detail dan jelas isi buuku tersebut. Beda halnya ketika Anda tidak menyimpan apa yang Anda baca lewat peta pemikiran (mind map). Anda akan kesulitan memahami dan mengingat isi buku yang Anda baca. mengapa? karena semua informasi yang anda baca masihlah abstrak di kepala Anda.

Di sini, peta pemikiran (mind map) berfungsi untuk membantu Anda mengingat dan memahami isi buku yang Anda baca.

Bertanya

Bacalah setiap kalimat atau pun paragraf secara hati-hati. Tanyakan pada diri Anda sendiri apa yang disampaikan dalam kalimat atau paragraf tersebut. Maksud dari kalimat dan paragraf itu apa. Kemudian, jawab dalam hati pertanyaan Anda.

Sampaikan apa yang sudah Anda baca kepada orang lain

Untuk menindaklanjuti kegiatan membaca Anda, Anda perlu menyampaikan isi bacaan Anda kepada orang lain. Ajaklah orang lain untuk mendiskusikan buku tersebut.

Lantas, apa sebenarnya tujuan mendiskusikan isi buku dengan orang lain? Paling tidak, Anda dapat, pertama, menjelaskan isi buku tersebut dengan bahasa Anda sendiri. Ini untuk menguji apakah Anda benar-benar telah paham ataukah masih Ada yang terlewat yang membuat pemahaman Anda kurang alias memiliki celah. Kedua, dengan diskusi, Anda akan menemukan pemahaman, sudut pandang, dan pencerahan baru.

Baca footnote

Saat membaca buku, pernahkah Anda melewatkan footnote-nya? Alasannya, footnote tidak terlalu penting.

Nah, jika jawabannya, iya, Anda pernah dan bahkan selalu melewatkan footnote, mulai sekarang bacalah footnote dari buku yang Anda baca (jika ada). Mengapa? Footnote berisi informasi yang menjelaskan istilah, orang, tempat, dan sebagainya yang disebutkan dalam buku yang Anda baca.

Baca referensi

Untuk menindaklanjuti aktivitas membaca Anda, Anda dapat membaca referensi yang tercantum di bagian belakang buku. Dan, setelah mengetahui daftar buku yang menjadi referensi bacaan Anda, Anda pun dapat membaca buku-buku yang termasuk dalam daftar referensi tersebut.

Hal ini akan memperkaya pengetahuan Anda serta memperluas sudut pandang Anda. Selain itu, dengan tindakan di atas, Anda akan tahu apakah sumber informasi buku yang Anda baca valid ataukah tidak.

Cari tahu latar belakang penulis

Untuk memahami isi buku yang Anda baca, Anda juga perlu mengetahui latar belakang sang penulis. Berasal dari status sosial yang mana sang penulis? Apakah penulis condong ke ideologi dan politik tertentu, keyakinan tertentu? Apa gelar yang dimiliki sang penulis?

Malam ini, penulis membaca sebuah novel yang berjudul Kesaksian Sang Penyair. Isinya cukup sulit dipahami karena di dalamnya banyak bertebaran kiasan dan satir di sana-sini. Tanpa mengetahui latar belakang penulisnya, penulis tidak mampu memahami maksud novel tersebut.

Cari tahu konteks saat buku ditulis

Selain mengetahui latar belakang sang penulis, Anda akan memperoleh pemahaman atas buku yang Anda baca dengan mengetahui konteks kejadian saat buku tersebut di tulis.

Buku hampir sama halnya dengan kitab suci. Bagaimana jadinya saat Anda membaca kitab suci dan menelan informasi yang disampaikan di dalamnya secara mentah-mentah tanpa mengetahui konteks kejadian di mana kitab/ ayat tersebut ditulis? Yang bakal terjadi yaitu Anda tidak dapat menerapkan informasi itu ke dalam kehidupan Anda. Alasannya, keadaan sudah berubah dan penafsiran harus sesuai dengan konteks kekinian.

Membaca merupakan kegiatan yang mengasyikkan. Kita bisa memperoleh wawasan dan sudut pandang yang luas. Selain itu, membaca juga membuat hidup kita kaya makna.

Namun demikian, kita tidak akan mendapatkan manfaat membaca secara penuh jika kita membaca sekadarnya, menerima informasi yang tersaji dalam buku secara pasif, tanpa pertanyaan, sanggahan, dan komentar.

Membaca buku secara aktif merupakan seni membaca buku yang harus Anda terapkan setiap kali Anda membaca. Dengan seni ini, rasakan manfaat membaca secara penuh.

Selamat membaca, dan jangan lupa untuk bergabung dengan Aquariusnote, ya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *