Habis Baca Buku Suka Lupa Isinya? Ini dia Cara Mengatasinya

Ceritanya, Anda sedang berdebat dengan teman Anda, sebuah perdebatan yang sangat menarik mengenai tema yang sedang marak dibicarakan. Anda dan teman-teman Anda tampak canggih dalam perdebatan tersebut.

Saling lempar kritik dan argumen menjadi pemandangan yang menggairahkan, yang membuat orang yang menyaksikan terkagum-kagum dengan kecerdasan dan keluasan pengetahuan Anda dan teman-teman Anda.

Tetapi, pemandangan itu berubah ketika Anda berhenti di tengah-tengah serangan Anda terhadap argumen teman Anda. Saat itu, niatnya, Anda ingin menyanggah argumen teman dengan mengutip isi buku yang pernah Anda baca. Tetapi, tiba-tiba Anda lupa dengan beberapa bagian dari isi buku itu, yang membuat Anda bingung sendiri dengan argumentasi Anda.

Karena hal itu, Anda pun menjadi gugup dan malu, dan menarik kembali sanggahan Anda. Dan, penonton pun bersorak, “Huuuu….”

Heheheh, pernahkah Anda mengalami kejadian seperti itu?

Lupa dengan apa yang pernah atau baru saja kita baca memang sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Paling banter, kita hanya bisa mengingat beberapa persen saja dari buku yang kita baca.

Hal ini tentu saja sangat mengganggu. Dan, tentunya, Anda tidak mau, kan, kebiasaan seperti itu menetap seumur hidup? Anda ingin, bukan, ada peningkatan kemampuan membaca?

Meningkatkan kemampuan membaca meliputi juga kemampuan mengingat isi bacaan. Jika Anda ingin kemampuan membaca Anda meningkat, Anda harus, salah satunya, membuat sedemikian sehingga apa yang Anda baca terus melekat di dalam otak Anda. Ini artinya, informasi yang Anda peroleh dari buku yang Anda baca terus menetap di dalam otak Anda dan Anda dapat mengaksesnya jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Nah, sekarang, ingin tahu cara supaya mudah mengingat isi bacaan? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Bagi bacaan

Bagaimana cara Anda membaca buku setebal 1000 halaman, yang terdiri dari banyak bab dan subbab? Apakah Anda membacanya sekaligus dalam satu hari? Atau, Anda membacanya sedikit demi sedikit, bab per bab dalam selang waktu yang cukup?

Menurut Dough Rohrer, seorang pakar psikologi dari Universitas Florida Utara, yang melakukan berbagai penelitian mengenai kemampuan membaca buku, membaca buku bagian per bagian dalam waktu yang berbeda jauh lebih efektif dibanding membaca keseluruhan isi buku sekaligus, tanpa jeda waktu.

Rohrer menganalogikan hal tersebut dengan belajar bahasa. Jika Anda mengambil kusrus, katakanlah kursus bahasa Prancis 8 jam sehari selama dua minggu, mungkin Anda akan menguasai dan mengetahui banyak kaidah bahasa Prancis, tetapi setelah lewat satu atau dua bulan, dan Anda tidak sering-sering memraktikkan apa yang sudah Anda pelajari, maka Anda akan lupa. Banyak kaidah bahasa Prancis yang sudah Anda ketahui, kini tidak Anda ingat sama sekali.

Berbeda halnya jika Anda mengambil kurus selama satu atau dua tahun. Meskipun Anda belajar sedikit demi sedikit, tetapi apa yang Anda pelajari akan lebih melekat di dalam otak Anda.

Tidur

Seorang pakar neurosains dari MIT, Susumu Tonegawa menyebutkan bahwa tidur setelah membaca atau belajar dapat membantu mengingat isi bacaan dan apa yang baru saja kita pelajari.

Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para pakar dari Universitas Harvard menemukan bahwa mereka yang tidur selama sembilan puluh menit setelah membaca buku atau belajar mengingat lebih banyak apa yang mereka baca dan mereka pelajari daripada mereka yang tidak tidur setelah membaca atau belajar.

Visualisasi

Kita akan lebih mudah mengingat suatu kejadian manakala kejadian tersebut mengesankan kita. Sebaliknya, saat suatu kejadian tidak berkesan bagi kita, maka kita akan kesulitan mengingatnya.

Membaca buku pun demikian. Jika apa yang Anda baca membuat Anda terkesan, maka Anda akan lebih mudah mengingat pesan  dari buku yang Anda baca itu, sedangkan jika buku yang Anda baca tidak membuat Anda terkesan, maka Anda semakin kesulitan dalam mengingat pesan yang disampaikan di dalamnya.

Lantas, bagaimana cara membuat Anda terksesan dengan isi bacaan yang Anda baca? Ada kabar baik yang patut Anda syukuri, hehehe, yakni bhwa Anda dapat merekayasa sedemikian sehingga Anda terkesan dengan bacaan Anda. Caranya yaitu dengan memvisualisasikan apa yang Anda baca itu.

Sebagai contoh, Anda sedang membaca buku yang berisi petunjuk membuat kue pelangi. Bayangkanlah langkah-langkah membuat kue tersebut. Bayangkan Anda sedang dalam proses membuat kue tersebut. Secara detail, bayangkan Anda sedang melakukan step-step membuat kue tersebut.

Dengan begitu, niscaya anda akan lebih mudah mengingat apa yang anda baca dan pelajari.

Asosiasi

Selain dengan visualisasi, mengingat isi bacaan dengan mudah dapat dilakukan dengan asosiasi. Asosiasikan apa yang Anda baca dengan apa yang sudah Anda ketahui.

Sebagai contoh, saat membaca biografi seorang tokoh, asosiasikan tokoh tersebut dengan diri Anda atau seseorang yang Anda kenal, yang memiliki karakter atau perjalanan hidup yang hampir mirip dengan tokoh tersebut.

Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah mengingat biografi tokoh itu.

Oya, asosiasi tidak selalu berarti menyamakan satu hal dengan lainnya. Asosiasi juga berarti menghubungkan satu hal dengan lainnya.

Contoh, Anda membaca sebuah bab yang mengulas terjadinya pelangi. Anda dapat menghubungkannya dengan pengetahuan Anda tentang cermin atau optik.

Repetisi

Cara lain untuk memudahkan Anda mengingat apa yang sudah Anda baca yaitu dengan mengulangi bacaan Anda. Tentunya, Anda tidak perlu mengulang membaca seluruh isi buku yang Anda baca. Anda cukup mengulangi kalimat atau paragraf yang menurut Anda penting untuk diingat.

Cara ini sangat lazim kita lakukan saat kita masih belajar di sekolah. Dan, cara ini terbukti membantu otak kita menyimapn informasi yang kita baca dalam jangka panjang.

Baca dengan keras

Sebuah makalah yang disusun oleh Colin MacLeod, Nigel Gopie, Kathleen Hourihan, Karen Neary, and Jason Ozubko yang termuat di dalam Journal of Experimental Psychology: Learning, Memory, and Cognition menyebutkan bahwa saat membaca buku, disarankan agar sesekali membacanya dengan lantang atau bersuara.

Alasannya, saat sesekali membaca dengan lantang, sebenarnya kita sedang melakukan pembedaan (distinction) antara bagian yang sedang kita baca dengan lantang itu dengan keseluruhan isi buku (yang dibaca dengan hanya suara subvokalisasi).

Dengan begitu, kita lebih terkesan dengan bagian yang kita baca secara lantang. Padahal, seperti yang telah disebutkan di atas, semakin kita terkesan dengan apa yang kita baca, maka kita pun semakin mudah mengingatnya.

Jadi, saat membaca buku, dan bertemu dengan bagian yang penting untuk diingat, bacalah bagian itu dengan lantang.

Yang perlu diperhatikan, hindari membaca keseluruhan buku dengan lantang karena hal tersebut membuat Anda tidak bisa membedakan bagian yang penting dari bagian yang tidak penting.

Tandai

Dengan prinsip yang sama dengan prinsip pembedaan (distinction) antara bagian yang penting dari bagaian yang tidak penting (atau keseluruhan isi buku), Anda pun dapat menandai bagian yang penting agar dapat mengingatnya dengan mudah.

Saya yakin, Anda sudah lama menerapkan cara ini ketika membaca buku. Dan, Anda sudah merasakan manfaatnya, bukan?

Seringkali membaca buku menjadi kegiatan yang sia-sia ketika apa yang kita baca berlalu begitu saja, tidak melakat di otak kita. Hal itu membuat kita malas membaca karena setiap kali membaca, pasti hasilnya seperti itu.

Tetapi, ada hal yang perlu Anda pertanyakan: Di luar sana, banyak sekali orang yang mampu mengingat apa yang telah mereka baca dan bahkan dapat menjelaskannya kembali dengan lancar.

Pertanyaan itu mendorong kita untuk meyakini bahwa kebiasaan buruk membaca (selalu lupa dengan isi bacaan) bukanlah sebuah takdir yang tidak bisa dirubah. Kita dapat merubahnya, salah satunya dengan menerapkan cara-cara di atas.

Sekarang, sudah siapkah Anda menerapkan cara-cara di atas untuk memudahkan Anda mengingat isi buku yang Anda baca? Yuk, berikan komentar, dan jangan lupa bergabunglah dengan Aquariusnote untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *