Ingin Membaca Buku dengan Cepat dan Memiliki Pemahaman Mendalam? Ini Dia Rahasianya!

guy-eating-paper-in-frustration-small

Saya tahu Anda adalah salah satu dari sekian pembaca buku yang frustasi karena tidak kunjung menemukan cara yang efektif dalam membaca buku. Anda sering membeli buku dan berniat untuk membacanya di rumah. Namun, sesampainya Anda di rumah, buku itu tergeletak begitu saja, bahkan pada ujungnya berdebu karena tidak pernah Anda sentuh barang sekali pun.

Apa yang menyebabkan Anda malas membaca buku-buku yang sudah Anda beli? Setiap kali Anda membacanya, alih-alih mendapatkan pemahaman, Anda justru mengalami kebingungan. Berulang kali sudah Anda membaca paragraf atau kalimat yang tidak Anda pahami dalam buku yang Anda baca, tetapi semakin diulang semakin Anda bingung. Kepala Anda pun sakit karena terlalu ngotot berkonsentrasi.

Akhrinya, Anda frustasi dan meninggalkan buku-buku yang sudah Anda beli.

Hehe, jika memang demikian kenyataannya, jangan pesimis, jangan menyerah. Banyak jalan menuju Roma, demikian juga masih banyak jalan yang dapat Anda tempuh untuk dapat memahami buku-buku Anda.

Berikut ini, penulis akan sampaikan beberapa rahasia membaca buku dengan efektif sedemikian sehingga tidak membuang-buang waktu dan tidak membuat kepala Anda cekot-cekot. Penulis berharap, dengan menerapkan rahasia ini, Anda mendapatkan pemahaman yang tinggi dari buku yang Anda baca dalam waktu yang singkat.

Lalu, apa sajakah rahasia itu?

Jadilah seperti mangkuk, bukan botol

Kendala dari sulitnya berkonsentrasi saat membaca buku adalah karena pikiran kita sudah dipenuhi dengan keyakinan-keyakinan bawah sadar kita. Keyakinan-keyakinan itu tak jarang bertentangan dengan apa yang kita baca. Hal ini membuat pikiran kita tertutup terhadap informasi baru yang disampaikan oleh penulis lewat buku yang kita baca.

Dalam keadaan seperti ini, pikiran kita dapat diibaratkan dengan sebuah botol. Botol merupakan wadah untuk menampung suatu benda, yang dapat berupa cairan, berbentuk pasta, gas, atau pun padat. Suatu wadah disebut botol manakala wadah tersebut memiliki lubang yang kecil di mana benda-benda dimasukkan ke dalamnya melalui lubang itu.

Sebagaimana memasukkan benda-benda ke dalam botol, memasukkan informasi ke dalam pikiran yang tertutup sangatlah sulit. Untuk memasukkan benda ke dalam sebuah botol diperlukan corong. Corong ini membatu agar benda yang kita masukkan ke dalam botol tidak tumpah ke sana-ke mari. Corong pun tidak dapat membantu manakala yang kita masukkan ke dalam botol adalah benda padat. Yang bisa kita lakukan adalah memaksanya masuk. Padahal, saat kita memaksa benda padat masuk ke dalam botol, bisa jadi tangan kita tergores benda tersebut atau tangan kita sakit karena terlalu menekan benda tersebut.

Demikian juga halnya saat kita memasukkan informasi ke dalam pikiran kita yang tertutup. Informasi itu tidak dapat masuk dengan leluasa. Hal ini dikarenakan, ada benteng yang membatasi pikiran kita dari informasi asing. Benteng ini akan mendorong keluar informasi yang berusaha masuk ke dalam otak kita. Sebagai reaksinya, kita terus memaksa agar informasi tersebut dapat masuk ke dalamnya. Padahal, semakin kita memaksa, semakin kuat benteng itu mendorong informasi keluar. Pada akhirnya, hal ini justru membuat kepala kita sakit.

Lalu, apa yang dapat kita lakukan agar informasi dari buku yang kita baca dapat masuk ke dalam otak kita? Kita harus menjadi seperti mangkuk. Mangkuk merupakan wadah dengan lubang besar di mana benda-benda dapat masuk melalui lubang itu. Memasukkan benda-benda ke dalam mangkuk sangatlah mudah, tidak perlu usaha besar apalagi memaksanya dengan mendorongnya.

Pikiran yang seperti mangkuk berarti pikiran yang terbuka. Pikiran yang terbuka adalah pikiran yang siap menerima segala informasi yang masuk ke dalamnya tanpa ada perlawanan dari keyakinan-keyakinan bawah sadar yang kita miliki.

Agar pikiran kita menjadi pikiran yang terbuka, kesampingkan dulu keyakinan-keyakinan bawah sadar kita. Kesampingkan dulu sistem kepercayaan kita. Jika kita mempercayai bahwa kita tidak memiliki potensi untuk maju, kesampingkan dulu kepercayaan itu manalaka kita sedang membaca buku yang di dalamnya terdapat informasi bahwa kita berpotensi untuk maju. Biarkan informasi mengalir deras ke dalam pikiran kita tanpa intervensi keyakinan-keyakinan bawah sadar kita.

Saat pikiran kita menganalisis, ingatkan ia bahwa kita harus mendengar atau mengetahui dulu apa yang hendak disampaikan oleh penulis lewat buku yang kita baca. Saat informasi sudah masuk ke dalam otak kita, dan saat kita sudah paham dengan maksudnya, kita dapat memrotesnya dan membandingkannya dengan realitas, juga dengan keyakinan-keyakinan kita.

Tentukan tujuan membaca buku

Saat kita hendak memulai membaca buku, tentukan terlebih dulu tujuan yang ingin kita capai. Yang perlu diperhatikan adalah, tujuan harus spesifik dan jelas. Hal ini bertujuan agar kita tahu kapan harus mempercepat bacaan, kapan harus memperlambat bacaan, dan pada bagian apa kita harus memiliki perhatikan besar dan konsentrasi penuh.

Percepat bacaan saat kita sampai pada penjelasan-penjelasan yang tidak sesuai dengan tujuan kita. Sebaliknya, perlambat bacaan pada penjelasan-penjelasan yang seusai dengan tujuan kita. Berikan perhatian besar dan konsentrasi mendalam pada bagian itu.

Contoh tujuan yang spesifik dan jelas adalah, “Saya membaca buku ini agar mengetahui strategi-strategi pemasaran yang disampaikan oleh buku ini sehingga dapat menerapkan strategi-strategi tersebut dalam memasarkan produk-produk perusahaan saya.” Dalam contoh itu, diandaikan kita hendak membaca buku bertemakan strategi pemasaran.

Dengan memiliki tujuan yang jelas, pikiran kita pun tidak bingung melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya, yaitu membaca buku tersebut guna mengetahui strategi-strategi pemasaran yang disampaikan oleh buku tersebut. Dan, saat kita sudah selesai membacanya, otak kita terdikte untuk menerapkan strategi itu dalam pekerjaan kita.

Apa yang akan terjadi jika tujuan kita tidak spesifik dan jelas? Untuk menjelaskannya, mari kita lihat contoh berikut.

Andaikanlah saat hendak membaca buku mengenai strategi pemasaran, kita merumuskan tujuan sebagai berikut, “Saya membaca buku strategi pemasaran ini agar saya paham mengenai strategi pemasaran yang disampaikan oleh penulis lewat buku ini.” Karena tujuan kita tidak mencakup penerapan strategi-strategi itu dalam memasarkan produk-produk kita, otak kita pun tidak terdikte untuk menerapkan strategi itu. Otak kita akan berhenti manakala kita sudah berhasil memahami strategi-strategi itu.

Sesuaikan kecepatan baca

Salah satu faktor yang memperlambat pembacaan kita adalah kecepatan baca yang tetap. Rentang waktu yang kita gunakan saat membaca bagian yang sudah kita ketahui sama dengan rentang waktu yang kita gunakan saat membaca bagian yang belum kita ketahui. Demikian juga, rentang waktu yang kita gunakan saat membaca bagian-bagian yang tidak sesuai dengan tujuan kita sama dengan rentang waktu yang kita gunakan untuk membaca bagian-bagian yang penting, yang sesuai dengan tujuan kita.

Padahal, jika dipikir kembali, buat apa kita membaca informasi yang sudah kita ketahui dengan sangat jelas? Buat apa pula kita membaca informasi yang tidak sesuai dengan tujuan kita? Hanya membuang-buang waktu jika kita berlama-lama membaca informasi yang sudah sangat familiar di dalam ingatan kita. Lebih baik, kita segera beranjak ke bagian-bagian selanjutnya yang penting dan sesuai dengan tujuan kita.

Hal ini selain mempersingkat waktu baca juga menghindarkan pikiran kita dari kebiungungan karena pembacaan melenceng dari tujuan semula yang sudah kita tetapkan.

Membaca dari garis besar ke detail

Kesalahan yang sering terjadi saat kita membaca buku adalah, kita membaca detail terlebih dulu baru mendapatkan kesimpulan umum mengenai isi buku itu. Hal ini bisa diibaratkan dengan melihat gambar sebuah kotak dimulai dengan melihat komponen-komponen pembentuk kotak itu.

Alih-alih melihat bentuk kotak secara utuh saat kita melihatnya, kita justru mendapatkan empat buah garis yang tidak memiliki hubungan satu sama lain. Kita tidak mengetahui makna dari garis-garis itu. Dan, kita pun kebingungan mencari hubungan antara keempatnya.

Demikian halnya saat kita membaca buku dimulai dari detail ke keseluruhan. Alih-alih mengetahui kesimpulan dari buku yang kita baca, kita justru mendapatkan informasi-informasi yang tidak berhubungan satu sama lain.

Padahal, informasi-informasi tersebut akan bermakna manakala ia memiliki hubungan antara satu sama lain. Nah, saat kita gagal menemukan hubungan antar-informasi ini, kita pun frustasi dan menganggap bahwa buku yang kita baca memang sukar dipahami. “Mungkin penulisnya salah tulis, kali,” akhirnya kita menyalahkan si penulis.

Akan berbeda kejadiannya jika kita membaca buku dimulai dari keseluruhan menuju detail. Kita gali dulu tema yang dibahas buku itu. Selain itu, kita juga mencari tahu terlebih dulu tujuan dari penulisan buku tersebut, serta apa saja yang akan dibahasnya. Nah, setelah mengetahui tema yang dibahas serta tujuan buku, kita pun dapat membaca penjelasan-penjelasannya secara detail dan mengetahui hubungan antara mereka (hubungan antara bagian satu dengan bagian lainnya). Hubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya tentu saja tidak akan keluar dari konteks tema dan tujuan dari buku tersebut. Jadi, kita dapat mengeliminir hubungan yang tidak sesuai dengan tema dan tujuan dari buku.

Membaca buku dengan cara seperti ini ibarat melihat gambar kotak dari keseluruhan menuju detail. Kita terlebih dulu memperoleh gambar kotak yang utuh, baru setelah itu kita dapat melihat komponen-komponen pembentuknya (empat buah garis) dan mengetahui hubungan antara keempat komponen tersebut.

Lantas, bagaimana cara agar kita dapat mengetahui tujuan dan tema buku sebelum membaca detail isinya? Caranya yaitu dengan membaca sampul depan, sampul belakang, daftar isi, dan dilanjutkan dengan membaca kata pengantar dari penulis atau bab pendahuluan. Tujuan atau latar belakang penulisan buku biasanya termuat di dalam kata pengantar atau pendahuluan.

Membuat mindmap

Apakah Anda sudah mengenal yang namanya mindmap? Mindmap atau peta pikiran adalah skema yang menggambarkan pikiran kita. Mindmap biasanya terdiri dari gambar atau kata kunci yang mewakili pikiran yang menjadi pokok.

Buatlah mindmap sembari kita membaca buku. Isi mindmap tersebut dengan informasi-informasi yang Anda terima dari buku yang Anda baca.

Membaca seperti bermain puzzle

Kesalahan yang juga sering kita lakukan saat membaca buku yaitu, saat kita menemukan bagian yang sulit dipahami, kita mengulang-ulang pembacaan pada bagian itu. Ini ibarat kita melihat sekeping puzzle. Kita tidak akan mengetahui makna dari sekeping puzzle sekalipun kita berusaha memahaminya sampai kapan pun. Makna akan muncul manakala puzzle tersebut dirangkai dengan puzzle-puzzle lainnya.

puzzlePersis seperti saat bermain puzzle, beranjaklah ke bagian berikutnya manakala kita menemukan bagian yang sulit dipahami. Barangkali, kita akan memahami maksud dari bagian itu setelah kita menghubungkannya dengan bagian berikutnya, atau barangkali penjelasan mengenai bagian itu ada di bagian selanjutnya.

Tetapkan batas waktu

Rahasia yang terakhir yaitu menetapkan batas waktu membaca buku. Kebiasaan buruk kita adalah selalu menunda-nunda aktivitas. Saat kita hendak mandi, kita terbisa mengatakan dalam hati, “Nanti saja, ah. Lima menit lagi mandinya. Masih pagi, masih dingin.” Saat membaca buku, kita sering meniatkan dalam hati, “Dilanjut besok bacanya. Masih ada waktu ini.”

Akibatnya, pikiran bawah sadar kita terdikte untuk terus menerus menunda semua aktivitas yang kita lakukan.

Nah, untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu, kita harus menentukan batas waktu dalam membaca sebuah buku. Niatkan bahwa kita akan membaca buku A dalam waktu satu hari. Maka, kita tidak boleh menunda-nunda menyelesaikannya hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Dengan strategi ini, pikiran bawah sadar kita terdikte untuk segera menyelesaikan buku yang kita baca.

Strategi ini, selain ampuh untuk mempersingkat waktu pembacaan juga dapat dimanfaatkan untuk merubah kebiasaan buruk menunda-nunda pekerjaan. Strategi ini melatih dan membiasakan otak kita untuk segera melakukan pekerjaan begitu kita meniatkan diri melakukan pekerjaan itu.

Demikianlah beberapa rahasia membaca buku dengan cepat dan mendapatkan pemahaman mendalam. Rahasia-rahasia itu sangat mudah sekali diterapkan dan gratis. Hehe.

Ingin tahu lebih banyak serba-serbi membaca? Bergabunglah dengan aquariusnote.com.

Akhir kata, selamat membaca dan jangan lupa berikan komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *