Tips Cerdas dalam Memilih Buku

Apa hal yang paaaaaaling membuat Anda jengkel ketika membeli buku di toko buku atau meminjamnya di perpustakaan? Salah memilih buku? Sebenarnya Anda ingin membaca buku tentang pengembangan diri, tetapi ternyata, buku yang Anda pilih malahan buku tentang politik. Atau, sebenarnya, Anda ingin membaca buku tentang sejarah, tetapi di dalamnya justru membahas tentang marketing.

Hehehehe. Yach, kekeliruan dalam memilih buku memang lumrah terjadi. Apalagi, kebanyakan toko buku yang kita jumpai tidak mengizinkan segel buku dibuka. Padahal, untuk memilih buku yang tepat, yang sesuai dengan kebutuhan kita, kita perlu membaca sekilas isinya.

Lhawong memilih buku di perpustakaan yang segelnya sudah dibuka saja kita sering salah pilih, apalagi di toko buku yang segelnya tidak boleh dibuka?

Ya, ya, ya, saya tahu kegalauan Anda karena saya pun pernah merasakannya. Tetapi, jangan khawatir. Masih banyak cara untuk memperoleh buku yang sesuai dengan yang kita inginkan.

Caranya? Mau tahu aja, atau mau tahu banget? Hehehe….Kalau begitu, yuk, simak tips memilih buku yang tepat berikut ini.

Apa Itu Buku yang Tepat?

Sebelum membeli atau meminjam buku di perpustakaan, tentukan lebih dulu buku yang seperti apa yang ingin Anda baca. Apakah buku itu buku tentang pengembangan diri? Jika iya, apa subtemanya? Apakah buku itu membahas spiritualitas? Atau, tentang kedisiplinan?

Nah, untuk memudahkan Anda mengidentifikasi buku yang tepat, yang sesuai dengan kebutuhan Anda, definisikan buku yang ingin Anda baca sesuai kriteria-kriteria tertentu.

Buku yang Anda pilih harus memenuhi kriteria yang Anda tetapkan. Memilih buku hampir sama dengan memilih pasangan. Jangan sampai Anda bak membeli kucing di dalam karung. Anda harus menentukan kriteria yang sesuai dengan yang Anda butuhkan. Jika ada kriteria yang tidak sesuai dengan keinginan atau tujuan Anda, sebaiknya singkirkan dulu buku itu dari keranjang belanja Anda.

Lantas, sebaiknya, kriterianya apa saja?

Tema

Tentukan tema buku yang ingin Anda baca. Jika Anda ingin membaca buku tentang pengembangan diri, maka sisihkan buku bertema lain, selain tema pengembangan diri.

Subtema

Setelah Anda tentukan temanya, sekarang tentukan subtemanya. Anda perlu menentukan subtema karena tema bersifat sangat luas. Tema mencakup berbagai pembahasan, baik pembahasan tentang hal-hal yang saat ini belum terlalu urgent untuk dipelajari atau pun pembahasan tentang hal-hal yang sangat urgent untuk segera dipelajari.

Menentukan subtema sama artinya dengan menentukan prioritas.

Tentukan buku dengan subtema paling prioritas bagi Anda. Sisihkan dulu buku lain yang bukan prioritas Anda.

Terjemahan, lokal, atau buku berbahasa asing?

Setelah Anda menemukan buku sesuai dengan prioritas Anda, sekarang tentukan, apakah buku yang akan Anda beli itu buku terjemahan, buku yang ditulis oleh penulis lokal, atau buku berbahasa asing?

Jika Anda hanya tertarik dengan buku berbahasa asing, maka sisihkan buku-buku berbahasa Indonesia, baik yang lokal maupun yang terjemahan.

Jenis buku

Terakhir, tentukan jenis buku. Apakah Anda ingin membaca buku dalam bentuk tutorial? Textbook? Novel? Atau apa?

Googling

Seperti yang saya utarakan sebelumnya, seringkali kita jumpai toko buku yang tidak mengizinkan calon pembeli membuka segel buku untuk mengetahui kontennya.

Jika perlu, mintalah izin kepada sang penjual (shop keeper) untuk membuka segel buku. Siapa tahu, dia mengizinkan Anda membukanya. Jika tetap tidak diperbolehkan membuka segel setelah Anda meminta izin, maka Anda dapat meng-googling buku yang ingin Anda beli.

Masalah yang sering muncul ketika meng-googling buku yaitu, tidak keseluruhan isi pendahuluan ditampilkan. Padahal, untuk memilih sebuah buku, kita perlu membaca bab pendahuluannya.

Jika demikian halnya, baca beberapa bagian yang ditampilkan. Apakah hal ini akan sia-sia? Tentu saja tidak! Dengan membaca beberapa bagian yang ditampilkan, kita memiliki gambaran mengenai bahasa yang digunakan oleh sang penulis dalam buku tersebut.

Jika saat membacanya, Anda langsung paham, maka kemungkinan besar Anda tidak memiliki kesulitan dalam memahami isi buku tersebut.

Namun demikian, tentu saja, hanya membaca beberapa bagian buku belum cukup untuk memutuskan apakah buku itu sesuai dengan kebutuhan Anda atau tidak. Ini dikarenakan, belum ada bayangan di benak Anda mengenai garis besar isi buku tersebut. Garis besar dapat Anda jumpai dalam bab pendahuluan.

Lantas, bagaimana supaya kita tahu garis besar buku jika ternyata kita tidak dapat membaca bab pendahuluannya? Untuk mengetahui caranya, yuk, simak tips selanjutnya.

Review atau Resensi

Bacalah review atau resensi tentang buku yang hendak Anda beli. Sebuah review biasanya menjelaskan isi buku secara ringkas, juga mengenai kekurangan dan kelebihan buku, baik dari segi isi, format, dan bahasa yang digunakan.

Meskipun informasi yang kita peroleh dari membaca review sebuah buku bersifat subjektif, artinya sesuai dengan penilaian subjektif sang penulis review, tetapi paling tidak kita tahu garis besar yang dibahas buku tersebut.

Prioritas

Setelah mengetahui garis besar isi buku, sekarang saatnya untuk menentukan prioritas. Untu menentukan prioritas, tetapkan tiga level kebutuhan.

Level pertama adalah buku yang paaaaaaling penting untuk dibaca sekarang (saat Anda pergi ke toko buku). Buku-buku yang termasuk ke dalam kriteria ini adalah buku-buku yang perlu Anda beli.

Penting atau tidaknya sebuah buku dapat ditentukan dengan melihat isinya. Jika isinya hampir sama dengan isi buku yang pernah Anda baca ( yang artinya, Anda sudah menguasai isi buku itu), maka buku tersebut menjadi tidak begitu penting.

Sebaiknya, Anda membeli buku yang isinya berbeda dari buku yang pernah Anda baca sebelumnya.

Dalam menentukan prioritas, bahasa yang digunakan oleh sang penulis dalam menyampiakan pesannya juga sangat penting. Jika Anda ketahui bahwa buku yang hendak Anda beli sesuai dengan kriteria kebutuhan Anda, tetapi bahasa penyampaiannya njlimet (Anda kesulitan memahami isinya), maka sebaiknya sisihkan buku tersebut dari keranjang belanjaan Anda.

Cari buku lain yang tema dan garis besar isinya sama dengan buku tersebut, tetapi bahasa penyampaiannya mudah dipahami.

Level kedua yaitu buku yang, setelah Anda baca garis besarnya, Anda tertarik untuk membaca buku itu, tetapi saat ini Anda tidak terlalu membutuhkannya.

Sebagai contoh, tujuan Anda ke toko buku adalah untuk membeli buku-buku bertemakan pengembangan diri. Tetapi ternyata, setelah memilah-milah, ada satu buku yang isinya bagus. Sayang sekali, buku itu tidak bertemakan pengembangan diri, melainkan tentang desain grafis. Maka, sebaiknya sisihkan dulu buku itu.

Buku yang termasuk ke dalam prioritas/level kedua adalah buku yang menarik dan isinya mudah dipahami, tetapi Anda belum terlalu membutuhkannya.

Level ketiga yaitu buku yang sesuai dengan tema yang ingin Anda pelajari, tetapi bahasa penyampaiannya sukar dipahami. Sebagaimana yang sudah saya sebutkan sebelumnya, jika Anda menjumpai buku seperti ini, sisihkan ia dari keranjang belanja Anda. Sebagai gantinya, Anda dapat mencari buku dengan tema serupa, yang bahasanya lebih mudah dipahami.

Judul

Judul tentu merupakan pertimbangan yang sangat penting dalam memilih sebuah buku. Pilihlah judul buku yang sesuai dengan tema dan subtema yang Anda perlukan.

Hal yang perlu diperhatikan, judul seringkali mengelabui pembaca. Seringkali kita temukan buku yang memiliki judul yang sekilas memenuhi kriteria kebutuhan kita. Tetapi, setelah dibaca isinya, ternyata buku tersebut tidak termasuk dalam kriteria yang kita perlukan.

Nah, agar tidak terjebak, Anda perlu membaca sinopsis, daftar isi, dan pendahuluannya. Bahkan, Anda juga perlu mengetahui siapa penulisnya. Jika latar belakang penulisnya adalah psikolog, bisa dipastikan buku yang Anda pilih adalah buku tentang psikologi. Jika penulisnya berlatarbelakang ekonom, maka kemungkinan besar bukunya adalah tentang ekonomi.

Sinopsis

Bacalah sinopsis buku yang biasanya tertera di sampul belakang. Sinopsis membantu Anda menemukan tema dan subtema yang dibahas oleh sebuah buku.

Penulis

Penulis juga harus menjadi pertimbangan bagi Anda untuk memilih buku yang hendak Anda beli. Terkadang, tulisan yang menarik dan berbobot lahir dari penulis yang sudah berpengalaman juga dari akademisi yang aktif berkecimpung di dunia riset.

Sekali pun demikian, bukan berarti Anda tidak boleh membaca buku-buku dari penulis yang belum terkenal juga bukan dari kalangan akademisi. Banyak buku di luar sana, yang ditulis bukan dari kalangan akademisi tetapi sangat berbobot.

Penerbit

Sebelum membeli buku, periksa dulu penerbit yang menerbitkan buku tersebut. Sebuah penerbit memiliki kuasa untuk menyeleksi dan mengedit naskah buku yang diterbitkannya. Pilihlah buku yang diterbitkan oleh penerbit yang memperhatikan kualitas bacaan.

Daftar Isi dan Pendahuluan

Untuk membantu menangkap garis besar isi buku, bacalah daftar isi dan pendahuluannya. Bacalah pendahuluan hingga selesai. Garis besar isi buku ada di situ. Jika Anda tertarik dengan isinya, dan Anda perlu mempelajarinya, maka masukkan buku tersebut ke dalam keranjang belanja Anda. Terlebih lagi jika buku itu bahasanya mudah dipahami.

Kunci dalam memilih buku untuk dibeli atau dipinjam adalah temanya sesuai dengan yang ingin kita pelajari, juga bahasanya mudah dipahami. Jika buku yang hendak Anda beli memenuhi dua kriteria pokok itu, maka tunggu apa lagi? Segera saja masukkan buku tersebut ke dalam keranjang belanja Anda.

Simple, kan?

Nah, sekarang, jika ada yang ingin ditanyakan, atau barangkali Anda memiliki saran dan kritik, jangan ragu untuk memberikan komentar. Jangan ragu juga untuk bergabung dengan Aquariusnote.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *