Tips Membangun Kebiasaan Membaca Ini Ibarat “Sambil Menyelam Minum Air”

Anda sadar bahwa membaca buku merupakan kebiasaan yang sangat penting, bukan hanya demi kesuksesan Anda, tetapi juga demi perkembangan diri Anda secara pribadi. Namun demikian, setiap kali hendak memulai membaca buku, rasanya teramat sangat berat. Membaca ibarat sebuah kewajiban yang saaaaaangat membosankan!

Anda lebih senang menghabiskan waktu senggang Anda di depan TV, bermain video game, atau bersosialisasi di media sosial ketimbang membaca buku.

Dan, karena itulah, Anda sering menyalahkan diri Anda sendiri karena tidak dapat meninggalkan kebiasaan-kebiasaan tidak produktif itu. Anda menyalahkan diri Anda sendiri karena tidak dapat mengontrol diri untuk menghentikan kebiasaan tidak produktif dan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih produktif, yang tak lain kebiasaan membaca buku.

Sudah berbagai cara Anda lakukan untuk menghentikan kebiasaan “buruk” Anda dan memulai kebiasaan membaca. Tetapi, tak satu pun cara itu yang menuai hasil yang maksimal. Padahal, Anda saaaangat ingin membangun kebiasaan membaca. Anda tidak tahu harus bagaimana lagi untuk dapat membangun kebiasaan itu.

Hehehe, tidak perlu galau dan menyalahkan diri sendiri. Pada tulisan ini, saya akan memberikan tips yang dapat membantu Anda untuk mengakali kemalasan Anda membaca buku. Caranya yaitu dengan menghubungkan kebiasaan atau hobi Anda dengan aktivitas membaca buku.

Tips ini didasarkan pada kenyataan bahwa secara alami, manusia memang cenderung tidak suka melakukan aktivitas-aktivitas yang membutuhkan pemikiran. Otak kita tidak menyukai aktivitas yang membutuhkan banyak pemikiran, usaha, dan risiko. Pernyataan ini didasarkan pada temuan para pakar neurologi.

Mereka, para pakar, menemukan bahwa kemalasan dan kebiasaan suka menunda-nunda pekerjaan berakar dari dalam otak kita. Penjelasannya, otak manusia terdiri dari bagian-bagian yang sangat penting. Di antara bagian-bagian itu terdapat dua bagian yang menentukan kehendak.

Bagian pertama yaitu sistem limbik. Bagian ini merupakan bagian otak kita yang bekerja secara otomatis. Maksudnya, bagian ini mengontrol kehendak kita tanpa kita sadari. Sistem limbik merupakan bagian otak manusia yang relatif purba. Artinya, kendati sudah mengalami evolusi, tetapi masih berperan dalam tugas-tugas yang bersifat insting (instinctive behavior) seperti pertahanan diri, nafsu biologis, dan makan.

Bagian yang kedua yaitu korteks prefrontal. Korteks prefrontal merupakan bagian otak yang lebih baru dibanding sistem limbik. Saat kita menyadari pikiran-pikiran kita, saat kita mengontrol diri kita untuk tidak melakukan hal-hal yang terlarang, dan saat kita memahami sesuatu, bagian otak inilah yang bekerja. Singkatnya, kesadaran alias awarness kita berada di bagian otak ini. Korteks prefrontal adalah kesadaran kita.

Nah, kemalasan dan kebiasaan menunda-nunda merupakan wujud perseteruan antara sistem limbik dengan korteks prefrontal. Sebagai bagian otak yang purba, sistem limbik berperan dalam aktivitas-aktivitas yang tidak memerlukan pemikiran, seperti makan. Selain itu, sistem limbik mengajak kita untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan. Parahnya, kerja sistem limbik ini tidak kita sadari. Akibatnya, secara tidak sadar, kita pun seringkali lebih memilih untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan, yang tidak membutuhkan pemikiran ketimbang melakukan hal-hal yang membutuhkan pemikiran dan mengandung risiko.

Membaca merupakan salah satu aktivitas yang menuntut kita untuk berpikir. Ia bukanlah aktivitas yang menyenangkan. Oleh karena itulah, sistem limbik tidak suka manakala kita meniatkan diri untuk membaca. Ia mengontrol kita untuk mengurungkan niat itu (membaca). Sebaliknya, ia mengajak kita untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dan tidak memerlukan pemikiran seperti menonton TV, makan, dan bersantai.

Nah, karena itulah, agar kegiatan membaca buku tidak ditolak oleh sistem limbik, kita hubungkan kegiatan membaca dengan kegiatan lainnya, yang kita sukai atau yang menjadi kebiasaan kita.

Oya, perlu diingat bahwa tips ini tidaklah diterapkan tepat berbarengan dengan saat Anda membaca buku. Tips ini bukan ditujukan untuk menghilangkan kemalasan Anda dalam membaca, tetapi untuk membangun kebiasaan membaca.

Dengan menerapkan tips ini, semoga terbangun kebiasaan membaca pada diri Anda. Saat kebiasaan membaca sudah terbangun, maka membaca bukan lagi menjadi kegiatan yang membosankan. Anda tidak lagi menganggapnya sebagai kewajiban yang berat untuk dilaksanakan. Dalam kata lain, sifat malas membaca buku pun akan hilang.

Lantas, bagaimana untuk menghubungkan kebiasaan dan hobi Anda dengan aktivitas membaca buku? Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini.

Mendiskusikan bacaan

Berdiskusi merupakan kebiasaan yang tidak Anda sadari. Anda senang, kan, meluangkan waktu untuk mengobrol dengan orang lain? Anda suka bercengkerama dengan pasangan, keluarga, dan teman Anda.

Mengobrol hampir mirip dengan berdiskusi. Tidak jarang, dalam obrolan, Anda sering melibatkan pasangan, keluarga, atau pun teman-teman Anda dalam urusan Anda sendiri. Anda bertukar pikiran dengan mereka. Demikian juga mereka, bertukar pikiran dengan Anda.

Tak jarang pula solusi atas suatu permasalahan didapatkan ketika Anda mengobrol, bertukar pikiran dengan orang lain. Namun, tak jarang juga obrolan Anda hanya ditujukan untuk menjaga hubungan dengan orang lain. Dalam konteks ini, isi obrolan Anda bukan menyangkut masalah-masalah yang penting. Bisa jadi, obrolan Anda hanya berisi senda gurau yang membuat Anda tertawa bersama teman Anda.

Nah, daripada isi obrolan Anda tidak jelas, tidak ada salahnya untuk mengobrolkan buku yang baru Anda baca.

Pilihlah teman mengobrol yang terkenal suka membaca, karena jika ia tidak gemar membaca, yang ada justru obrolan Anda dengannya tidak nyambung.

Anda juga dapat mencari teman dikusi atau teman mengobrol dengan cara menulis ringkasan buku yang Anda baca dan mem-posting-nya di blog atau media sosial seperti facebook. Dengan cara ini, Anda dapat menjumpai orang yang benar-benar tertarik mengobrolkan buku yang Anda baca.

Anda juga dapat bergabung dengan milis penggemar buku.

Membuat resensi

Menilai (judging) merupakan kebiasaan yang seringkali kita lakukan. Secara tidak sadar, kita sangat suka memberikan penilaian (judgement) terhadap apa pun. Kita suka menilai fisik orang lain, kekayaan orang lain, dan membandingkan kesuksesan orang lain dengan kesuksesan kita.

Nah, daripada kebiasaan menilai menjadi kebiasaan buruk yang merusak, lebih baik kita salurkan kebiasaan itu menjadi kebiasaan yang produktif.

Terapkan kebiasaan ini dalam kaitannya dengan aktivitas membaca buku. Caranya dengan membuat resensi buku-buku yang telah Anda baca.

Jangan ragu, takut, dan tidak percaya diri untuk membuat resensi. Sejauh buku atau bahan bacaan merupakan sepenuhnya milik pembaca, bukan milik penulis (author) maka Anda dapat melakukan penilaian terhadap apa yang Anda baca. Jika Anda takut atau tidak percaya diri menuliskannya di blog Anda, Anda dapat menulisnya untuk diri Anda sendiri.

Jadilah orang yang bebas dalam pemikiran.

Mempraktikkan isi bacaan

Terkadang Anda malas membaca buku karena buku itu berisi teori yang sangat sulit untuk diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Anda berpikir bahwa membaca buku-buku seperti itu tidaklah ada gunanya.

Nah, agar Anda merasa bahwa aktivitas membaca yang Anda lakukan memiliki manfaat, praktikkanlah isi bacaan yang Anda baca.

Tentunya, tidak semua isi bacaan dapat dan boleh Anda praktikkan, terutama bahan-bahan bacaan yang tidak sesuai dengan prinsip, ideologi, dan keyakinan Anda. Tetapi, terhadap isi bacaan yang sesuai dengan prinsip, ideologi, dan keyakinan Anda, tidak ada salahnya untuk mempraktikkannya dalam kehidupan Anda.

Mem-posting bacaan di media sosial

Cara yang sering saya lakukan berkaitan dengan membaca buku yaitu mem-posting kalimat atau paragraf penting dari buku yang saya baca di sosial media, seperti facebook. Bagi pecandu media sosial seperti saya, hal seperti ini cukup menyenangkan karena kita dapat sekaligus membangun eksistensi di media sosial. Orang akan menilai kita sebagai kutu buku, seorang yang terpelajar.

Dengan cara seperti ini, kita dapat mendorong diri sendiri untuk membaca bacaan itu lebih dalam. Hal ini karena, ketika mem-posting isi bacaan di facebook, maka orang lain akan mengira kita telah membaca dan memahami buku tersebut secara penuh. Sangat mungkin mereka akan bertanya kepada kita mengenai isi buku itu.

Nah, untuk mempersiapkan diri kalau-kalau mereka bertanya, kita harus membaca keseluruhan isi buku. Kita terdorong untuk membacanya hingga selesai.

Selain merasa wajib, akan timbul rasa senang untuk membaca buku itu. Hal ini dikarenakan, kita senang manakala orang lain bertanya kepada kita mengenai suatu hal. Memberikan jawaban atas pertanyaan orang lain merupakan hal yang sangat menyenangkan.

Menulis

Jika Anda memiliki hobi menulis, jangan sia-siakan hobi Anda untuk menulis hal-hal yang tidak berguna. Tulisan yang tidak mengandung manfaat sama sekali akan dinilai sebagai tulisan sampah.

Nah, agar hobi menulis Anda tidak sia-sia, hubungkan hobi itu dengan aktivitas membaca buku. Caranya, sempatkan waktu setiap hari untuk membaca buku. Kalau bisa, aturlah sedemikian sehingga satu hari Anda harus menyelesaikan satu buku.

Setelah itu, tulislah uneg-uneg Anda, baik yang penting atau yang sepele, baik yang terkesan akademis atau tidak. Yang terpenting, buatlah sedemikian rupa sehingga tulisan Anda ilmiah, menggunakan riset berdasarkan data-data yang tersedia.

Nah, gunanya kebiasaan membaca dalam kaitannya dengan hobi menulis, memiliki kebiasaan membaca berarti sering meluangkan waktu untuk membaca (sekali pun dua hari sekali). Saat Anda sering meluangkan waktu untuk membaca, otomatis pengetahuan Anda bertambah. Semakin banyak buku yang Anda baca, semakin banyak pula pengetahuan Anda.

Nah, pengetahuan inilah yang nantinya Anda jadikan sebagai sumber data yang mendukung tulisan Anda. Selain itu, pengetahuan yang Anda peroleh dari membaca buku dapat Anda jadikan sebagai sumber inspirasi tulisan Anda. Atau, barangkali anda menulis suatu kritik terhadap buku yang anda baca. Apa pun, terserah anda. Yang penting, libatkan pengetahuan yang anda peroleh dari membaca buku dalam tulisan-tulisan Anda.

Dengan demikian, selain membangun kebiasaan membaca, Anda pun mengembangkan hobi menulis Anda menjadi hobi menulis karya-karya ilmiah. Dengan cara ini, niscaya kemampuan analisa Anda akan semakin terasah.

Jika Anda kesulitan atau tidak percaya diri untuk menulis karya ilmiah seperti skripsi atau tesis, mulailah sedikit demi sedikit. Tidak akan ada yang menghukum Anda lantaran tulisan Anda kurang ilmiah, terutama jika anda sekadar mem-posting-nya di blog Anda. Hehehe….

Bergabung ke dalam lingkaran penggemar buku

Terakhir, jika Anda menjadi pecandu media sosial, lingkupilah diri Anda dengan orang-orang yang gemar membaca buku. Selektiflah memilih teman di dunia maya. Pilih teman-teman facebook yang gemar membaca buku. Kesampingkan teman-teman yang hanya “nyampah” di media sosial. Teman-teman seperti ini adalah mereka yang gemar update status galau di media sosial.

Bagaimana jika Anda tipe orang yang tidak betah di rumah? Anda pun dapat melingkupi diri Anda dengan orang-orang yang gemar membaca buku. Caranya, hadiri kegiatan-kegiatan bedah buku di kota Anda. Di sana, Anda niscaya bertemu dengan para penggemar buku. Anda pun dapat bertatap muka dan berdiskusi langsung dengan penulis buku-buku yang Anda baca. Tentu ini merupakan hal yang sangat menyenangkan sekaligus membuat Anda bersemangat, bukan?

Saat lingkungan Anda adalah lingkungan penggemar buku, maka Anda pun akan terseret arus di dalamnya. Anda akan ikut-ikutan menjadi penggemar buku. Dan, kebiasaan membaca akan mudah terbangun manakala Anda gemar membaca buku.

Menyenangkan, bukan, membangun kebiasaan membaca dengan menghubungkannya dengan kebiasaan dan hobi Anda? Daripada hobi dan kebiasaan Anda tidak memiliki manfaat, lebih baik manfaatkan hobi itu untuk membangun kebiasaan membaca. Dengan demikian, selain having so much fun, Anda pun mendapatkan banyak manfaat. Istilahnya, “sambil menyelam minum air.”

Nah, sekarang, sudah tidak sabarkah Anda memanfaatkan kebiasaan dan hobi Anda untuk membangun kebiasaan membaca? Jangan lupa untuk memberikan komentar, dan jangan ragu untuk bergabung dengan aquariusnote.com, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *